Jejak Kokain 27 KG di Sumenep, Ansor Jatim Pertanyakan Siapa di Baliknya?

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kokain seberat 27 kilogram lebih yang ditemukan di pantai Sumenep
Kokain seberat 27 kilogram lebih yang ditemukan di pantai Sumenep

i

NUSABARU — Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur menyampaikan keprihatinan atas masih maraknya peredaran narkotika di wilayah Jawa Timur. Hal ini mencuat setelah ditemukannya puluhan paket kokain dengan berat total 27,83 kilogram yang terdampar di Pantai Pasir Putih Kahuripan, Dusun Lombi Timur, Desa Gedugan, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, Madura, pada Senin (13/4/2026).

Berdasarkan keterangan resmi Polda Jawa Timur, barang bukti tersebut telah melalui uji laboratorium forensik dan dipastikan mengandung kokain murni dengan berat bersih mencapai 22,226 kilogram.
Temuan ini menegaskan bahwa peredaran narkotika jenis berat masih menjadi ancaman serius, khususnya di kawasan kepulauan Madura yang memiliki karakteristik geografis berupa wilayah laut terbuka.

Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, Musaffa' Safril, menilai peristiwa ini sebagai sinyal perlunya penguatan upaya pencegahan dan pengawasan secara menyeluruh.

“Penemuan kokain dalam jumlah besar di pantai Sumenep ini sangat memprihatinkan dan bukan yang pertama kali terjadi. Ini menunjukkan bahwa peredaran narkoba di Jawa Timur masih menjadi tantangan serius, meskipun berbagai upaya pemberantasan terus dilakukan,” ujarnya dalam pernyataan tertulis, Kamis (23/04/2026).

Ia menambahkan, wilayah Madura berpotensi menjadi salah satu titik rawan peredaran narkoba skala besar. Kondisi geografis berupa kepulauan dan luasnya jalur laut dinilai rentan dimanfaatkan oleh jaringan narkotika, baik internasional maupun lintas daerah.

“Madura perlu mendapatkan perhatian ekstra. Dampak sosialnya sangat besar, terutama bagi generasi muda di lingkungan pesantren dan masyarakat pesisir,” lanjutnya.

GP Ansor Jawa Timur menegaskan bahwa penanganan persoalan narkoba tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara aparat, masyarakat, serta elemen keagamaan seperti Nahdlatul Ulama dan GP Ansor.

“Fakta di lapangan menunjukkan bahwa aparat tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi dengan masyarakat menjadi kunci agar upaya pemberantasan narkoba berjalan lebih efektif,” tegasnya.

Sebagai bagian dari kontribusi nyata, GP Ansor Jawa Timur menyatakan kesiapan untuk terlibat aktif dalam upaya pencegahan melalui edukasi bahaya narkoba di lingkungan pesantren, penguatan nilai keagamaan, serta patroli sosial bersama masyarakat dan aparat.

Langkah tersebut diharapkan mampu membangun sistem pertahanan sosial yang kuat, mulai dari tingkat akar rumput hingga provinsi.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kader NU dan GP Ansor di Madura dan Jawa Timur, untuk bersama-sama menjaga generasi bangsa dari ancaman narkoba. Pencegahan dini melalui edukasi dan pengawasan berbasis komunitas menjadi langkah penting,” pungkasnya.

Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan Polda Jawa Timur yang terus melakukan penyelidikan guna mengungkap jaringan di balik penyelundupan tersebut. GP Ansor Jawa Timur berharap proses hukum dapat berjalan tegas, transparan, dan mampu mengungkap aktor utama di balik peredaran narkotika. (Red)

Berita Terbaru

Korlantas Polri Gunakan ETLE WIM Perkuat Pengawasan dan Penegakan Hukum Menuju Zero ODOL

Korlantas Polri Gunakan ETLE WIM Perkuat Pengawasan dan Penegakan Hukum Menuju Zero ODOL

Selasa, 09 Jun 2026 12:55 WIB

Selasa, 09 Jun 2026 12:55 WIB

NUSABARU – Korlantas Polri terus mematangkan langkah menuju implementasi program Zero Over Dimension and Over Loading (ODOL) 2027 melalui penguatan sistem p…

Dari Putusan Hakim hingga Penandaan NIK, Ini Proses Penegakan Nafkah Pascaperceraian di Surabaya

Dari Putusan Hakim hingga Penandaan NIK, Ini Proses Penegakan Nafkah Pascaperceraian di Surabaya

Selasa, 09 Jun 2026 09:32 WIB

Selasa, 09 Jun 2026 09:32 WIB

NUSABARU - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperkuat perlindungan hak anak pascaperceraian melalui mekanisme penandaan data kependudukan bagi mantan suami…

Komitmen Nyata Pemkot Surabaya: Wujudkan Kota Layak Anak Lewat Sistem Perlindungan yang Responsif dan Humanis

Komitmen Nyata Pemkot Surabaya: Wujudkan Kota Layak Anak Lewat Sistem Perlindungan yang Responsif dan Humanis

Jumat, 05 Jun 2026 13:10 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 13:10 WIB

NUSABARU - Predikat Kota Layak Anak (KLA) yang disandang Kota Surabaya bukan sekadar piagam penghargaan administratif. Di bawah kepemimpinan Wali Kota…

Pemkot Surabaya dan Komdigi Sosialisasikan Perlinsos Digital untuk Dorong Bansos Tepat Sasaran

Pemkot Surabaya dan Komdigi Sosialisasikan Perlinsos Digital untuk Dorong Bansos Tepat Sasaran

Jumat, 05 Jun 2026 13:05 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 13:05 WIB

NUSABARU - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia (RI) melakukan sosialisasi Perlindungan…

Dari Kampung ke Kelas Global, Program RICH Gratis Bahasa Inggris di Surabaya Bikin Anak Lebih Percaya Diri

Dari Kampung ke Kelas Global, Program RICH Gratis Bahasa Inggris di Surabaya Bikin Anak Lebih Percaya Diri

Kamis, 04 Jun 2026 10:46 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 10:46 WIB

NUSABARU - Di tengah meningkatnya kebutuhan penguasaan bahasa Inggris sejak usia dini, akses terhadap pembelajaran tambahan masih menjadi tantangan bagi…

Jawa Timur Mantapkan Posisi Sebagai Lumbung Pangan Nasional

Jawa Timur Mantapkan Posisi Sebagai Lumbung Pangan Nasional

Kamis, 04 Jun 2026 10:44 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 10:44 WIB

NUSABARU – Jawa Timur kembali menegaskan posisinya sebagai lumbung pangan nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 2 Juni 2026, …