Command Center 112 Surabaya Percepat Respons Warga, Didukung 222 CCTV

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Command Center Pemkot Surabaya
Command Center Pemkot Surabaya

i

NUSABARU - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat layanan Command Center 112 sebagai pusat koordinasi pelayanan masyarakat. Tidak hanya menerima laporan, sistem ini dikembangkan untuk memastikan informasi yang masuk dapat segera diasesmen, diteruskan kepada perangkat daerah (PD) terkait, hingga ditindaklanjuti petugas di lapangan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, Command Center 112 sejak awal dibangun dengan filosofi mendekatkan pelayanan pemerintah kepada warga. Layanan yang dibentuk pada 26 Juli 2016 tersebut kini menjadi salah satu pintu utama bagi masyarakat ketika membutuhkan bantuan.

Melalui sistem tersebut, laporan warga dapat langsung dihubungkan dengan perangkat daerah dan petugas di lapangan sesuai kebutuhan. Penanganannya mencakup berbagai persoalan, mulai dari kegawatdaruratan medis, kebakaran, kebencanaan, gangguan ketenteraman dan ketertiban, hingga persoalan lingkungan.

“Filosofinya sederhana, ketika warga membutuhkan bantuan, kami harus bisa merespons secepat mungkin sehingga warga merasa terlayani dengan baik,” kata Irvan, Jumat (11/9/2026).

Menurut Irvan, kecepatan respons didukung sistem yang menghubungkan sembilan perangkat daerah, pos terpadu, tenaga medis, hingga rumah sakit. Dengan pola tersebut, laporan warga dapat segera diterjemahkan menjadi tindakan sesuai kebutuhan di lapangan.

Untuk memperpendek jarak antara lokasi kejadian dan petugas, jumlah pos terpadu yang sebelumnya tujuh kini bertambah menjadi 10 pos dan ditargetkan mencapai 13 pos. Keberadaan pos tersebut juga membantu petugas menentukan sumber daya terdekat ketika beberapa kejadian berlangsung secara bersamaan.

“Surabaya ini kota besar, ketika beberapa kejadian terjadi bersamaan, kami harus mengatur skala prioritas, melihat lokasi kejadian, dan menentukan pos terpadu yang paling dekat agar waktu respons tetap bisa dicapai,” ujarnya.

Seiring pengembangan sistem, Pemkot Surabaya juga terus meningkatkan standar waktu respons. Jika pada awal pembentukannya target respons ditetapkan 10 menit, kini waktu respons ditargetkan maksimal tujuh menit. Khusus penanganan kebakaran, waktu respons ditargetkan sekitar 6,5 menit.

Penguatan layanan turut dilakukan untuk menangani kegawatdaruratan medis. Pemkot Surabaya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menyiapkan dukungan ambulans dari puskesmas untuk memperkuat respons, terutama ketika kebutuhan penanganan terjadi secara bersamaan di sejumlah lokasi.

“Komunikasi dengan rumah sakit di Kota Surabaya juga terus dibangun agar pasien dapat diarahkan ke fasilitas kesehatan yang paling dekat dan memungkinkan menerima penanganan,” ungkapnya.

Namun, Command Center 112 tidak hanya menangani kondisi darurat. Layanan tersebut juga menjadi pintu bagi berbagai persoalan warga yang membutuhkan keterlibatan pemerintah, termasuk gangguan ketenteraman dan ketertiban, persoalan lingkungan, maupun laporan lain yang menjadi kewenangan perangkat daerah.

Untuk memperluas akses layanan, Pemkot Surabaya menyediakan kanal WhatsApp di nomor 081131112112. Warga dapat menyampaikan laporan sekaligus mengirimkan foto dan titik lokasi sehingga petugas memiliki informasi awal untuk melakukan asesmen dan menentukan bentuk penanganan.

“Ketika warga menghubungi 112, artinya mereka membutuhkan bantuan. Selanjutnya kami melakukan asesmen dan menentukan bentuk penanganan yang sesuai,” ujarnya.

Irvan menegaskan, pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas, termasuk bagi warga di kawasan perbatasan yang masih berada dalam jangkauan layanan. Setiap laporan akan ditindaklanjuti dan dikoordinasikan dengan perangkat daerah terkait sesuai kebutuhan dan kewenangan.

“Kemanusiaan di atas segalanya. Jadi, jangan ragu menghubungi 112 ketika membutuhkan bantuan. Kami memastikan setiap laporan akan kami upayakan untuk dilayani dan ditindaklanjuti,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Surabaya, Linda Novanti mengatakan, teknologi menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem pemantauan sekaligus membantu memverifikasi laporan masyarakat. Salah satunya melalui pemanfaatan CCTV yang memungkinkan petugas melihat kondisi di lapangan sebelum menentukan penanganan.

Saat ini terdapat hampir 4.000 titik CCTV yang tersebar di Kota Surabaya. Dari jumlah tersebut, 222 titik dipantau secara langsung melalui ruang CCTV Command Center 112. Sementara kamera di lokasi lain dapat diakses ketika terdapat kejadian yang membutuhkan pemantauan.

“CCTV sangat membantu, terutama untuk kejadian yang membutuhkan respons cepat dan informasi yang akurat. Ketika ada laporan, kami bisa melihat titik terdekat untuk membantu memastikan kondisi di lapangan,” jelas Linda.

Menurut Linda, proses verifikasi tersebut membuat setiap laporan dapat ditangani secara lebih terukur. Bahkan ketika informasi yang disampaikan warga ternyata tidak sesuai dengan kondisi di lapangan, petugas tetap melakukan pengecekan.

Ia menyebut, laporan yang setelah diverifikasi ternyata tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya relatif kecil, yakni kurang dari lima persen. Meski demikian, setiap laporan tetap perlu diperiksa agar warga yang benar-benar membutuhkan pertolongan tidak terlewat.

“Laporan tidak dapat begitu saja diabaikan hanya karena dicurigai sebagai laporan palsu. Setiap informasi tetap perlu diverifikasi agar tidak terjadi kesalahan yang justru merugikan warga yang benar-benar membutuhkan pertolongan,” imbuhnya. (Red)

Berita Terbaru

Bank Jatim Perkuat Sinergi dengan DPD REI Jawa Timur, Percepat Penyaluran Kredit Perumahan

Bank Jatim Perkuat Sinergi dengan DPD REI Jawa Timur, Percepat Penyaluran Kredit Perumahan

Senin, 12 Okt 2026 12:39 WIB

Senin, 12 Okt 2026 12:39 WIB

NUSABARU - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pengembang perumahan sekaligus penyedia…

Bank Jatim Resmi Buka Kantor Cabang Balikpapan, Perkuat Kolaborasi Ekonomi Jawa Timur dan Kalimantan Timur

Bank Jatim Resmi Buka Kantor Cabang Balikpapan, Perkuat Kolaborasi Ekonomi Jawa Timur dan Kalimantan Timur

Sabtu, 10 Okt 2026 17:58 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 17:58 WIB

NUSABARU — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) resmi membuka Kantor Cabang Balikpapan pada Jumat (9/10).  Peresmian ini menjadi momentum pe…

500 Kuota Pertama Undangan Upacara Hari Jadi ke-81 Jatim Ludes dalam 31 Detik

500 Kuota Pertama Undangan Upacara Hari Jadi ke-81 Jatim Ludes dalam 31 Detik

Jumat, 09 Okt 2026 14:05 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 14:05 WIB

NUSABARU – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat untuk mengikuti Upacara Peringatan Hari Jadi ke-81 P…

Antisipasi Ledakan hingga Kebakaran, Pemkot Surabaya Edukasi Masyarakat Kenali Tanda Kebocoran Gas LPG

Antisipasi Ledakan hingga Kebakaran, Pemkot Surabaya Edukasi Masyarakat Kenali Tanda Kebocoran Gas LPG

Kamis, 08 Okt 2026 15:39 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 15:39 WIB

NUSABARU - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat terkait penanganan dan pengenalan tanda-tanda kebocoran gas LPG.…

Wali Kota Eri Ungkap Alasan Ganti 13 Kepala Dinas Surabaya dalam Satu Tahun

Wali Kota Eri Ungkap Alasan Ganti 13 Kepala Dinas Surabaya dalam Satu Tahun

Kamis, 08 Okt 2026 10:40 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 10:40 WIB

NUSABARU - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkap alasan pergantian 13 kepala perangkat daerah (PD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam…

Dishub Surabaya Gerak Cepat Tindak Aduan Pengemudi Wirawiri, Sanksi SP-2 Dijatuhkan

Dishub Surabaya Gerak Cepat Tindak Aduan Pengemudi Wirawiri, Sanksi SP-2 Dijatuhkan

Rabu, 07 Okt 2026 18:10 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 18:10 WIB

NUSABARU - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan…