RAPBD 2027 Disepakati, DPRD Surabaya Ingatkan Pertumbuhan Ekonomi Jangan Hanya Dinikmati Kalangan Atas

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Rapat Paripurna DPRD Surabaya
Rapat Paripurna DPRD Surabaya

i

NUSABARU — DPRD Kota Surabaya menggelar rapat paripurna untuk mendengarkan dan menyepakati Rancangan Kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (KUA APBD) Tahun Anggaran 2027, Jumat (14/8/2026). Di balik kesepakatan tersebut, muncul catatan penting terkait arah pertumbuhan ekonomi Surabaya agar tidak berhenti pada angka makro, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat lapisan bawah.

Rapat dipimpin Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mulai pukul 14.11 WIB. Sebanyak 36 anggota dewan hadir bersama Wali Kota Surabaya, Sekretaris Daerah, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta jajaran pimpinan badan usaha milik daerah (BUMD). Kehadiran tersebut membuat rapat dinyatakan memenuhi kuorum.

Dalam paripurna, DPRD dan Pemkot Surabaya menetapkan dua nota kesepakatan. Selain KUA RAPBD 2027, terdapat kesepakatan mengenai Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun Anggaran 2027.

Syaifuddin menjelaskan, kedua dokumen tersebut merupakan hasil pembahasan Badan Anggaran DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Kota Surabaya. Pembahasan telah dilakukan beberapa kali hingga rapat finalisasi dan perangkaan pada 13 Agustus 2026.

Rancangan KUA APBD 2027 selanjutnya menjadi dasar penyusunan PPAS dan rancangan APBD 2027. Dokumen itu mencakup asumsi dasar penyusunan anggaran, kebijakan pendapatan, belanja, serta pembiayaan daerah.

Namun, proses pengesahan tidak berlangsung tanpa catatan. Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melalui juru bicaranya, Johari Mustawan, menyampaikan interupsi yang menyoroti substansi pembangunan di balik target pertumbuhan ekonomi.

Johari mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi Surabaya yang disebut menjadi salah satu yang terbesar di Pulau Jawa. Namun, ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak hanya mencerminkan aktivitas ekonomi kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi.

“Kami tidak sekadar ingin melihat pertumbuhan ekonomi Kota Surabaya, tetapi juga berharap pertumbuhan ekonomi itu berdampak kepada ekonomi kalangan bawah, kalangan grassroots,” ujarnya.

Menurut Johari, indikator keberhasilan KUA RAPBD 2027 seharusnya dapat ditelusuri hingga dampaknya terhadap UMKM, permodalan pelaku usaha kecil dan menengah, penciptaan lapangan kerja, serta penurunan kemiskinan, pengangguran dan ketimpangan.

Ia juga meminta setiap kenaikan pertumbuhan ekonomi diterjemahkan ke dalam ukuran yang lebih konkret. Misalnya, berapa lapangan kerja baru yang tercipta, seberapa besar peningkatan pendapatan warga, serta berapa keluarga yang berhasil keluar dari kemiskinan.

Sorotan lain diarahkan pada produktivitas aset milik Pemkot Surabaya. Johari menilai aset pemerintah harus dikelola lebih produktif agar mampu menggerakkan aktivitas ekonomi, menciptakan nilai tambah dan pada akhirnya memperluas basis Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara berkelanjutan.

“Kami berharap KUA-PPAS ini nanti bisa menaikkan PDRB per kapita, produktivitas masyarakat, lapangan kerja bertambah, pendapatan masyarakat meningkat, UMKM naik kelas,” katanya.

Catatan tersebut menunjukkan bahwa tantangan APBD 2027 bukan sekadar menjaga pertumbuhan ekonomi, tetapi memastikan distribusi manfaat pembangunan. Setelah pembacaan nota kesepakatan selesai, Pimpinan Rapat Syaifuddin meminta persetujuan forum. Peserta rapat menjawab, “Setuju.”

Rapat paripurna kemudian ditutup pada pukul 14.35 WIB. Dengan disepakatinya KUA RAPBD 2027, pembahasan anggaran Surabaya memasuki tahapan berikutnya, dengan pekerjaan rumah memastikan setiap rupiah anggaran memiliki dampak yang terukur bagi kesejahteraan warga. (ADV)

Berita Terbaru

RW 1 Pucang Sewu Terapkan Larangan Parkir, Praktik Baik yang Bisa Diadopsi Kampung Lain

RW 1 Pucang Sewu Terapkan Larangan Parkir, Praktik Baik yang Bisa Diadopsi Kampung Lain

Rabu, 19 Agu 2026 18:46 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 18:46 WIB

NUSABARU - RW 1 Kelurahan Pucang Sewu, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, menerapkan aturan larangan parkir kendaraan di jalan lingkungan. Kebijakan yang mulai…

Isa Iskandar Kembali Jabat Ketua SMSI Kota Surabaya Periode 2026-2029

Isa Iskandar Kembali Jabat Ketua SMSI Kota Surabaya Periode 2026-2029

Rabu, 19 Agu 2026 16:39 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 16:39 WIB

NUSABARU - Dalam Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar di Horison Arcadia Heritage Rajawali Surabaya, pada Rabu (19/08/2026), Iskandar Pribowo kembali…

Semangat Fly Higher Warnai HUT Ke-65 Bank Jatim, Perkuat Langkah Menuju Transformasi Berkelanjutan

Semangat Fly Higher Warnai HUT Ke-65 Bank Jatim, Perkuat Langkah Menuju Transformasi Berkelanjutan

Rabu, 19 Agu 2026 10:39 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 10:39 WIB

NUSABARU - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 dengan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara…

Siapkan Wilayah Anda, Lomba Kampung Pancasila Siap Digelar September 2026

Siapkan Wilayah Anda, Lomba Kampung Pancasila Siap Digelar September 2026

Selasa, 18 Agu 2026 20:31 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 20:31 WIB

NUSABARU - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersiap menggelar Lomba Kampung Pancasila mulai September hingga Desember 2026. Kompetisi ini akan melibatkan…

Bank Jatim Perkuat Sinergi dengan Dinas Pendidikan melalui PKS Layanan Jasa Perbankan

Bank Jatim Perkuat Sinergi dengan Dinas Pendidikan melalui PKS Layanan Jasa Perbankan

Selasa, 18 Agu 2026 11:31 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 11:31 WIB

NUSABARU - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) resmi memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui penandatanganan…

Gempa M7,7 Guncang NTT, Gubernur Pastikan Jawa Timur Hadir dengan Dukungan Kemanusiaan

Gempa M7,7 Guncang NTT, Gubernur Pastikan Jawa Timur Hadir dengan Dukungan Kemanusiaan

Senin, 17 Agu 2026 14:54 WIB

Senin, 17 Agu 2026 14:54 WIB

NUSABARU – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan duka cita mendalam atas gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara T…