DPRD Surabaya: Pemasangan Pagar Tinggi di Mall Berpotensi Menimbulkan Salah Persepsi

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Machmud
Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Machmud

i

NUSABARU – Fenomena pemasangan pagar besi setinggi lebih dari tiga meter di sejumlah pusat perbelanjaan milik Pakuwon Group di Surabaya menjadi perbincangan luas di media sosial. Langkah pengamanan tersebut memunculkan beragam respons dari masyarakat, mulai dari yang menilai sebagai bentuk antisipasi, hingga yang menganggapnya justru memperkuat kesan adanya ancaman keamanan di Kota Pahlawan.

Sorotan terhadap kebijakan tersebut juga datang dari DPRD Kota Surabaya. Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Machmud, menilai pembangunan pagar tinggi dengan tambahan besi runcing di bagian atas mencerminkan tingkat kekhawatiran yang sangat tinggi dari pihak pengelola pusat perbelanjaan.

"Saya melihat di lapangan memang pagarnya hampir dua meter, kemudian ditambah semacam pengaman di bagian atas yang berbentuk runcing. Itu, menurut saya, merupakan wujud kekhawatiran yang sangat besar terhadap isu-isu yang berkembang menjelang Agustus," ujar Machmud kepada wartawan, Selasa (4/8/2026).

Menurutnya, kekhawatiran tersebut diduga berkaitan dengan isu yang beredar mengenai potensi keramaian atau kerusuhan pada bulan Agustus. Namun, ia mengingatkan bahwa langkah pengamanan yang berlebihan justru berpotensi memunculkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

"Kalau masyarakat melihat pagar setinggi itu, orang bisa bertanya-tanya, sebenarnya akan ada apa? Akhirnya opini publik justru berkembang dan seolah-olah membenarkan adanya isu yang belum tentu terjadi," katanya.

Machmud meyakini pemerintah bersama aparat keamanan telah melakukan berbagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan ketertiban. Karena itu, ia berharap kalangan pelaku usaha tidak perlu menunjukkan respons yang dapat memicu keresahan publik.

Ia juga menyoroti alasan yang sempat disampaikan pihak pengelola mengenai pembangunan pagar di kawasan PTC yang dikaitkan dengan keberadaan Jalan Radial Road Lontar. Menurutnya, argumentasi tersebut tidak sepenuhnya konsisten.

"Kalau alasannya karena adanya Radial Road di PTC, lalu mengapa di Royal Plaza juga dibangun pagar dengan model yang sama? Di sana tidak ada jalan baru seperti itu. Bahkan di Jakarta, properti Pakuwon juga memasang pagar serupa. Jadi menurut saya alasan itu bisa diperdebatkan," ungkapnya.

Machmud menilai, jika dicermati secara keseluruhan, langkah tersebut lebih menunjukkan kekhawatiran terhadap keamanan aset perusahaan dibandingkan faktor pembangunan infrastruktur di sekitar kawasan mal.

"Selama bertahun-tahun Pakuwon berkembang di Surabaya, usahanya maju dan terus bertambah. Seharusnya ada rasa percaya terhadap kondisi kota ini. Jangan sampai muncul kesan Surabaya sedang tidak aman, padahal faktanya tidak demikian," ujarnya.

Ia menambahkan, selama ini berbagai aksi unjuk rasa di Surabaya berlangsung relatif kondusif. Demonstrasi, menurutnya, lebih banyak berlangsung damai dan jarang berujung pada tindakan yang mengarah kepada perusakan fasilitas milik swasta.

"Selama ini demonstrasi di Surabaya berjalan baik. Yang sering menjadi lokasi penyampaian aspirasi justru kantor pemerintah atau DPRD. Kalaupun pernah terjadi gesekan, penyelesaiannya juga cepat dilakukan. Karena itu saya berharap tidak perlu ada langkah yang justru membuat suasana kota terlihat mencekam," pungkas Machmud.

Fenomena pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan itu pun kini terus menjadi perhatian publik. Di tengah berbagai spekulasi yang berkembang di media sosial, masyarakat menunggu penjelasan resmi dari pihak pengelola mengenai alasan utama pembangunan pagar tersebut agar tidak memunculkan tafsir yang semakin luas. (Adv)

Berita Terbaru

Semangat Fly Higher Warnai HUT Ke-65 Bank Jatim, Perkuat Langkah Menuju Transformasi Berkelanjutan

Semangat Fly Higher Warnai HUT Ke-65 Bank Jatim, Perkuat Langkah Menuju Transformasi Berkelanjutan

Rabu, 19 Agu 2026 10:39 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 10:39 WIB

NUSABARU - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 dengan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara…

Bank Jatim Perkuat Sinergi dengan Dinas Pendidikan melalui PKS Layanan Jasa Perbankan

Bank Jatim Perkuat Sinergi dengan Dinas Pendidikan melalui PKS Layanan Jasa Perbankan

Selasa, 18 Agu 2026 11:31 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 11:31 WIB

NUSABARU - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) resmi memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui penandatanganan…

Gempa M7,7 Guncang NTT, Gubernur Pastikan Jawa Timur Hadir dengan Dukungan Kemanusiaan

Gempa M7,7 Guncang NTT, Gubernur Pastikan Jawa Timur Hadir dengan Dukungan Kemanusiaan

Senin, 17 Agu 2026 14:54 WIB

Senin, 17 Agu 2026 14:54 WIB

NUSABARU – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan duka cita mendalam atas gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara T…

Gelar Upacara HUT RI ke 81, PKL SWK Deles Merr Ungkap Rasa Syukur Merdeka

Gelar Upacara HUT RI ke 81, PKL SWK Deles Merr Ungkap Rasa Syukur Merdeka

Senin, 17 Agu 2026 10:33 WIB

Senin, 17 Agu 2026 10:33 WIB

Upacara HUT RI ke 81 tak hanya dilakukan oleh instansi pemerintahan. Termasuk masyarakat ada juga yang memperingatinya.…

Upacara Hari Kemerdekaan RI, DPC PDIP Surabaya Siap Beri Bantuan ke Korban Gempa di NTT

Upacara Hari Kemerdekaan RI, DPC PDIP Surabaya Siap Beri Bantuan ke Korban Gempa di NTT

Senin, 17 Agu 2026 09:27 WIB

Senin, 17 Agu 2026 09:27 WIB

Selain itu yang menjadi fokus DPC PDIP Surabaya ke depan adalah memberikan bantuan bagi korban gempa di NTT…

Pekan QRIS Nasional 2026, Pemkot Surabaya Hadirkan Tarif Parkir Rp810

Pekan QRIS Nasional 2026, Pemkot Surabaya Hadirkan Tarif Parkir Rp810

Jumat, 14 Agu 2026 17:46 WIB

Jumat, 14 Agu 2026 17:46 WIB

NUSABARU - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan tarif khusus parkir elektronik sebesar Rp810 untuk dua jam pertama selama Pekan QRIS Nasional 2026.…