Respons Demo Rusuh di Surabaya, PCNU: Jangan Cederai Substansi Demokrasi

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua PCNU Surabaya, H. Masduki Toha
Ketua PCNU Surabaya, H. Masduki Toha

i

NUSABARU – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya menyampaikan pernyataan sikap terkait aksi penyampaian aspirasi yang berujung pada tindakan anarkis dan perusakan fasilitas umum. 

Ketua PCNU Kota Surabaya, H. Ir. Masduki Toha, menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama menghormati kebebasan menyampaikan pendapat sebagai hak konstitusional setiap warga negara. Namun, hak tersebut harus dilaksanakan secara bertanggung jawab, bermartabat, dan tetap berada dalam koridor hukum.

Menurut Masduki Toha, Indonesia merupakan negara demokrasi yang memberikan ruang kepada masyarakat untuk menyampaikan kritik, saran, maupun aspirasi kepada pemerintah. Hak tersebut merupakan bagian dari kebebasan yang dijamin oleh konstitusi dan menjadi salah satu pilar penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kebebasan tidak boleh dimaknai sebagai pembenaran untuk melakukan tindakan yang merugikan kepentingan umum. Demonstrasi yang berakhir dengan aksi kekerasan, perusakan gedung pemerintahan, maupun penghancuran fasilitas publik justru mencederai substansi demokrasi itu sendiri.

"PCNU Kota Surabaya menegaskan bahwa menyampaikan aspirasi merupakan hak konstitusional setiap warga negara yang wajib dihormati. Namun, hak tersebut harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, menjunjung etika, serta menghormati hak masyarakat lainnya untuk hidup aman, tertib, dan damai," tegas Masduki Toha.

Ia menegaskan, segala bentuk tindakan anarkis, termasuk perusakan Gedung Grahadi maupun berbagai fasilitas umum lainnya, tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun. Menurutnya, fasilitas publik merupakan aset bersama yang dibangun menggunakan anggaran negara yang bersumber dari pajak dan uang rakyat.

Karena itu, tindakan merusak fasilitas umum bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga merugikan masyarakat luas yang setiap hari memanfaatkan sarana tersebut.

"Gedung Grahadi maupun fasilitas umum lainnya dibangun dan dipelihara menggunakan uang rakyat. Ketika ada yang merusaknya, sesungguhnya yang dirugikan bukan hanya pemerintah, tetapi seluruh masyarakat. Merusak fasilitas publik sama saja dengan merusak hasil gotong royong bangsa ini," ujarnya.

Masduki Toha menambahkan, Nahdlatul Ulama sejak didirikan oleh para ulama selalu mengajarkan perjuangan yang berlandaskan akhlakul karimah, kebijaksanaan (hikmah), dialog, musyawarah, serta semangat menjaga kemaslahatan umat. Dalam tradisi NU, menyampaikan kritik kepada pemerintah merupakan hal yang diperbolehkan selama dilakukan dengan cara yang santun, argumentatif, dan tidak menimbulkan kerusakan.

Menurutnya, perbedaan pendapat adalah sesuatu yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh berkembang menjadi permusuhan, kebencian, ataupun tindakan destruktif yang merusak persatuan bangsa.

"Nahdlatul Ulama mengajarkan perjuangan dengan akhlak, bukan dengan amarah. Mengajarkan dialog, bukan kekerasan. Mengedepankan musyawarah, bukan tindakan yang menimbulkan kerusakan. Karena itu, setiap aspirasi hendaknya disampaikan secara damai, santun, dan bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," katanya.

PCNU Kota Surabaya juga mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang menginginkan terjadinya konflik sosial maupun tindakan yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan. Menurut Masduki Toha, menjaga keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa.

Ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Nahdliyin, generasi muda, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh elemen bangsa untuk terus merawat persaudaraan, menjaga persatuan, dan mengedepankan kepentingan bersama di atas kepentingan kelompok maupun golongan.

"Surabaya adalah kota perjuangan yang dibangun di atas semangat persatuan dan gotong royong. Jangan biarkan tindakan anarkis merusak nilai-nilai luhur tersebut. Mari kita jadikan demokrasi sebagai ruang untuk berdialog dan mencari solusi bersama, bukan ruang untuk saling merusak ataupun menyebarkan kebencian," tutur Masduki Toha.

Lebih lanjut, PCNU Kota Surabaya mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, maupun seluruh warga untuk terus membangun komunikasi yang baik, membuka ruang dialog, serta menyelesaikan berbagai persoalan melalui jalan musyawarah.

Menurutnya, bangsa Indonesia memiliki budaya luhur dalam menyelesaikan persoalan melalui mufakat. Semangat tersebut harus terus dijaga agar kehidupan bermasyarakat tetap aman, harmonis, dan penuh kemaslahatan.

Sebagai organisasi keagamaan yang berkomitmen menjaga nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, PCNU Kota Surabaya akan terus mengajak masyarakat untuk menebarkan kedamaian, memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah sebagai fondasi membangun bangsa.

Mengakhiri pernyataan sikapnya, Ketua PCNU Kota Surabaya kembali menegaskan bahwa demokrasi yang sehat harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap hukum, etika, dan kepentingan masyarakat luas.(Red)

Berita Terbaru

Bank Jatim Perkuat Sinergi dengan DPD REI Jawa Timur, Percepat Penyaluran Kredit Perumahan

Bank Jatim Perkuat Sinergi dengan DPD REI Jawa Timur, Percepat Penyaluran Kredit Perumahan

Senin, 12 Okt 2026 12:39 WIB

Senin, 12 Okt 2026 12:39 WIB

NUSABARU - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pengembang perumahan sekaligus penyedia…

Bank Jatim Resmi Buka Kantor Cabang Balikpapan, Perkuat Kolaborasi Ekonomi Jawa Timur dan Kalimantan Timur

Bank Jatim Resmi Buka Kantor Cabang Balikpapan, Perkuat Kolaborasi Ekonomi Jawa Timur dan Kalimantan Timur

Sabtu, 10 Okt 2026 17:58 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 17:58 WIB

NUSABARU — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) resmi membuka Kantor Cabang Balikpapan pada Jumat (9/10).  Peresmian ini menjadi momentum pe…

500 Kuota Pertama Undangan Upacara Hari Jadi ke-81 Jatim Ludes dalam 31 Detik

500 Kuota Pertama Undangan Upacara Hari Jadi ke-81 Jatim Ludes dalam 31 Detik

Jumat, 09 Okt 2026 14:05 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 14:05 WIB

NUSABARU – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat untuk mengikuti Upacara Peringatan Hari Jadi ke-81 P…

Antisipasi Ledakan hingga Kebakaran, Pemkot Surabaya Edukasi Masyarakat Kenali Tanda Kebocoran Gas LPG

Antisipasi Ledakan hingga Kebakaran, Pemkot Surabaya Edukasi Masyarakat Kenali Tanda Kebocoran Gas LPG

Kamis, 08 Okt 2026 15:39 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 15:39 WIB

NUSABARU - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat terkait penanganan dan pengenalan tanda-tanda kebocoran gas LPG.…

Wali Kota Eri Ungkap Alasan Ganti 13 Kepala Dinas Surabaya dalam Satu Tahun

Wali Kota Eri Ungkap Alasan Ganti 13 Kepala Dinas Surabaya dalam Satu Tahun

Kamis, 08 Okt 2026 10:40 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 10:40 WIB

NUSABARU - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkap alasan pergantian 13 kepala perangkat daerah (PD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam…

Dishub Surabaya Gerak Cepat Tindak Aduan Pengemudi Wirawiri, Sanksi SP-2 Dijatuhkan

Dishub Surabaya Gerak Cepat Tindak Aduan Pengemudi Wirawiri, Sanksi SP-2 Dijatuhkan

Rabu, 07 Okt 2026 18:10 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 18:10 WIB

NUSABARU - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan…