Rakyat Surabaya Menggugat Demo, Desak Prabowo-Gibran Turun dan Bentuk Transisi

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Demo di depan Gedung Negara Grahadi
Demo di depan Gedung Negara Grahadi

i

NUSABARU - Aksi unjuk rasa digelar kelompok Rakyat Surabaya Menggugat di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (22/6/2026). Dalam aksi tersebut, massa secara terbuka menyuarakan tuntutan agar Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mengundurkan diri serta meminta dibentuk pemerintahan transisi sesuai konstitusi.

Koordinator aksi, Miftahur Rohmah menyampaikan tuntutan lahir dari berbagai kegelisahan masyarakat sipil terhadap kondisi demokrasi, hukum, ekonomi, hingga perlindungan kelompok rentan di Indonesia.

“Prabowo-Gibran turun karena tidak ada lagi legitimasi kekuasaan ini. Sudah cacat secara politik, cacat secara konstitusi, dan cacat secara hukum,” kata Miftahur Rohmah saat ditemui di sela aksi.

Selain mendesak pergantian pemerintahan, massa juga mengusulkan pembentukan pemerintahan transisi yang menurut mereka mengacu pada mekanisme konstitusional. Mereka mengaku ingin menghindari praktik politik yang dinilai semakin menjauh dari aspirasi masyarakat sipil.

Dalam orasinya, massa menyampaikan sejumlah kritik keras terhadap pemerintahan saat ini. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah sorotan terhadap janji penciptaan 19 juta lapangan kerja.

“19 juta lapangan pekerjaan yang kita mau bukan menjadi kepala SPBU, bukan cuci ompol, bukan menjadi sopir MBG. Yang kita harapkan, 19 juta lapangan pekerjaan dapat menyerap para sarjana dan anak-anak muda dengan gaji yang layak,” teriak salah seorang orator yang disambut sorak peserta aksi.

Kelompok Rakyat Surabaya Menggugat mengaku telah merumuskan sembilan poin kritik yang mereka sebut sebagai “Nawa Nastapa”, yang mencakup krisis legitimasi pemerintahan, pelemahan demokrasi, penurunan supremasi hukum, militerisasi kekuasaan, penguatan oligarki politik, persoalan lingkungan hidup, hingga memburuknya kondisi sosial-ekonomi masyarakat.

Menurut Miftahur Rohmah, sembilan poin tersebut merupakan hasil diskusi bersama berbagai elemen masyarakat sipil, akademisi, kelompok perempuan, hingga komunitas minoritas.

“Kami ingin mewadahi kemarahan masyarakat. Masyarakat berhak marah ketika merasa tidak didengar. Kami ingin suara itu terus menyebar dan menjadi bagian dari kontrol terhadap kekuasaan,” ujarnya.

Aksi berlangsung di depan Grahadi dengan pengawalan aparat keamanan. Sejumlah peserta membawa poster dan spanduk berisi kritik terhadap kebijakan pemerintah serta seruan penguatan demokrasi dan supremasi sipil. (Red)

Berita Terbaru

Bank Jatim Perkuat Sinergi dengan DPD REI Jawa Timur, Percepat Penyaluran Kredit Perumahan

Bank Jatim Perkuat Sinergi dengan DPD REI Jawa Timur, Percepat Penyaluran Kredit Perumahan

Senin, 12 Okt 2026 12:39 WIB

Senin, 12 Okt 2026 12:39 WIB

NUSABARU - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pengembang perumahan sekaligus penyedia…

Bank Jatim Resmi Buka Kantor Cabang Balikpapan, Perkuat Kolaborasi Ekonomi Jawa Timur dan Kalimantan Timur

Bank Jatim Resmi Buka Kantor Cabang Balikpapan, Perkuat Kolaborasi Ekonomi Jawa Timur dan Kalimantan Timur

Sabtu, 10 Okt 2026 17:58 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 17:58 WIB

NUSABARU — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) resmi membuka Kantor Cabang Balikpapan pada Jumat (9/10).  Peresmian ini menjadi momentum pe…

Pemkot Surabaya Tindak Tegas Dugaan Pungli Jalan Romokalisari, Gardu Dibongkar

Pemkot Surabaya Tindak Tegas Dugaan Pungli Jalan Romokalisari, Gardu Dibongkar

Jumat, 09 Okt 2026 13:47 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 13:47 WIB

NUSABARU - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Satgas Anti-Preman mengambil langkah tegas menindaklanjuti aduan dugaan pungutan liar (pungli) kendaraan…

Antisipasi Ledakan hingga Kebakaran, Pemkot Surabaya Edukasi Masyarakat Kenali Tanda Kebocoran Gas LPG

Antisipasi Ledakan hingga Kebakaran, Pemkot Surabaya Edukasi Masyarakat Kenali Tanda Kebocoran Gas LPG

Kamis, 08 Okt 2026 15:39 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 15:39 WIB

NUSABARU - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat terkait penanganan dan pengenalan tanda-tanda kebocoran gas LPG.…

Wali Kota Eri Ungkap Alasan Ganti 13 Kepala Dinas Surabaya dalam Satu Tahun

Wali Kota Eri Ungkap Alasan Ganti 13 Kepala Dinas Surabaya dalam Satu Tahun

Kamis, 08 Okt 2026 10:40 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 10:40 WIB

NUSABARU - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkap alasan pergantian 13 kepala perangkat daerah (PD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam…

Dishub Surabaya Gerak Cepat Tindak Aduan Pengemudi Wirawiri, Sanksi SP-2 Dijatuhkan

Dishub Surabaya Gerak Cepat Tindak Aduan Pengemudi Wirawiri, Sanksi SP-2 Dijatuhkan

Rabu, 07 Okt 2026 18:10 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 18:10 WIB

NUSABARU - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan…