NUSABARU - Bertepatan dengan pertengahan Ramadan tahun 2026 ini dunia dikejutkan dengan perang antara Iran melawan Amerika yang bersekutu dengan Israel.
Banyak pihak menyebut bahwa peperangan ini bisa berdampak parah. Bukan hanya kerusakan dari segi materi saja tapi juga membawa dampak ekonomi global.
Baca juga: Riyono Caping : Tiga Saran PKS untuk Menjaga Pangan nasional
Ini mengingat Iran adalah salah satu Negara pemasok minyak besar di dunia dan juga menguasai selat Hormuz yang merupakan salah satu jalur kapal dagang paling ramai di dunia.
Amerika dan Israel lebih dahulu menyerang ibu kota Iran, Teheran pada Sabtu (29/2/2026). Serangan rudal menyasar ke sejumlah kediaman penting para pejabat di Iran. Namun belum diketahui pasti berapa jumlah korban akibat serangan tersebut.
Tak tinggal diam, Iran juga melakukan serangan balasan. Rudal diluncurkan ke Israel serta sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat yang ada di kawasan Timur-Tengah.
Ternyata perang antara Iran melawan Amerika serta Israel ini telah diprediksi lama oleh Budayawan Emha Ainun Najib pada tahun 2012 silam atau 14 tahun lalu. Ketika itu dia mengisi kajian Jamaah Maiyah di Klaten, Jawa Tengah.
Cak Nun sapaan akrabnya juga secara terang-terangan menyebut sejumlah Negara Timur-Tengah seperti Arab Saudi justru akan membela Israel.
Baca juga: Konflik Global Memanas, Pemkot Surabaya Kunci Inflasi Lewat Intervensi Pasar
"Pertanyaannya, Indonesia bela siapa?" tanya Cak Nun kepada para jama'ahnya.
Menurut Cak Nun kembali seperti biasa masyarakat Indonesia akan terbelah. Ada yang membela Iran dan sebaliknya juga pro kepada Amerika dan Israel. "Atau yang gak ngapa-ngapain karena gak paham," imbuhnya. (Red)
Editor : Redaksi