NUSABARU - menjelang Lebaran Riyono keliling dapil memastikan ketersediaan pangan dan kebutuhan minyak untuk rakyat aman dan harga terjangkau. Sembilan kebutuhan pokok strategis mulai beras, minyak, gula, tepung, daging, ikan, cabai, telur harus selalu tersedia.
“Mulai awal Ramadhan saya sudah keliling memantau harga bahan pokok di pasar tradisional, memastikan HET untuk beras, minyak terkendali” papar Riyono Caping Aleg PKS dapil 7 jatim
Baca juga: Stok Pangan Terjaga, Pemkot Surabaya Pastikan Harga Tetap Terkendali di April 2026
Pangan strategis cukup tersedia dan aman secara harga, dua pekan Ramadhan berjalan daya beli masyarakat dan ketersediaan pangan masih aman.
“Daya beli memang sedikit menurun, keterangan pedagang kecil di pasar Kawedanan pasar agak sepi dan belum nampak keramaian menjelang Lebaran” kata Riyono.
Saat kunjungan dapil, Riyono kembali ke pasar kecil untuk memastikan 10 hari menjelang Lebaran harga harus tetap stabil. Pengecekan dilakukan di pasar dan juga gudang atau toko grosir yang menjual dalam partai besar kebutuhan sembako.
“Sabtu, 14 Maret saya sejak pagi sudah blusukan ke pasar kecil di Magetan untuk cek harga-harga. Memang ada kenaikan, daging ayam yang biasanya 30 menjadi 35 - 36 ribu/kg. Cabai kerinting naik dari biasanya 40 - 50 ribu menjadi 80 ribu. Beras masih stabil, 13 - 14 ribu/kg. Pas saya tanya minyak kita ternyata barang sudah tidak ada seminggu lebih, dan harganya di atas HET” papar Riyono.
Untuk memastikan harga dan ketersediaan minyak kita Riyono cek kembali ke pasar yang lebih besar di Magetan, pasar sayur dengan pedagang lebih dari 1000-an orang. Hasil pertemuan dengan kepala pasar dan keliling ke lapak-lapak pedagang memang minyak kita sudah tidak ada.
Baca juga: Hari Raya Idul Fitri 2026 Berbarengan dengan Nyepi, Ini Imbauan Polda Jatim
“Kesimpulan saya pastikan minyak kita memang kosong, akhirnya Riyono langsung ke Bulog wilayah 3 yang ada di Ponorogo untuk Koordinasi dan bertemu pimpinan. Pertemuan menghasilkan solusi bahwa minggu 15 Maret 2026 minyak kita akan disuplai ke Magetan. Respon cepat Bulog perlu didampingi dan diapresiasi.
“Bulog memang tenaga terbatas, kami bantu dengan informasi dan fakta di lapangan. Solusinya ada dan belum 24 jam minyak kita langsung di suplai ke pasar Kawedanan dan pasar sayur Magetan” tambah Riyono. (Red)
Editor : Redaksi