NUSABARU — Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, memberikan apresiasi kepada Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya atas capaian predikat pengelolaan keuangan yang baik.
Rumah sakit yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) ini dinilai berhasil menunjukkan tata kelola keuangan yang profesional, transparan, dan akuntabel di tengah tantangan sektor kesehatan yang semakin kompleks.
Menurut Lia Istifhama, capaian tersebut merupakan bukti bahwa rumah sakit berbasis nilai keislaman dan ke-NU-an mampu mengelola institusi pelayanan publik secara modern tanpa meninggalkan prinsip amanah.
“RSI Jemursari telah menunjukkan bahwa nilai religius dan profesionalisme bisa berjalan beriringan. Predikat pengelolaan keuangan yang baik ini patut diapresiasi dan dijadikan contoh bagi rumah sakit lain, khususnya milik ormas keagamaan,” ujar Lia saat berkunjung ke RSI ini, Senin ( 06/01/25).
Ia melanjutkan tata kelola keuangan yang sehat menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan layanan kesehatan. Dengan pengelolaan yang baik, rumah sakit tidak hanya mampu menjaga stabilitas operasional, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
“Ketika keuangan dikelola dengan prinsip good governance, maka dampaknya langsung dirasakan pasien dan tenaga kesehatan,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama RSI Jemursari, dr. Bangun Trapsila Purwaka, menyampaikan capaian tersebut diraih berkat komitmen kuat seluruh tim dalam menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan perusahaan yang baik atau good corporate governance.
Menurutnya, transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran menjadi nilai utama yang diterapkan dalam setiap proses pengelolaan keuangan rumah sakit.
“Capaian ini bukan hasil kerja individu, melainkan kerja kolektif seluruh jajaran—mulai dari direksi, manajemen, hingga unit-unit kerja terkait. Kami berkomitmen mengelola keuangan rumah sakit secara tertib, patuh regulasi, dan berorientasi pada keberlanjutan,” jelas dr. Bangun.
Ia juga menegaskan bahwa direksi tidak hanya berperan dalam perumusan kebijakan, tetapi turut melakukan pemantauan langsung terhadap aktivitas pengelolaan keuangan.
“Kami melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala, bahkan turun langsung untuk memastikan setiap proses berjalan sesuai standar dan prinsip tata kelola yang baik,” tambahnya.
Ke depan, RSI Jemursari berkomitmen mempertahankan dan meningkatkan capaian tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kepercayaan publik. Dengan tata kelola keuangan yang sehat, rumah sakit berharap dapat terus mengembangkan layanan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperluas manfaat bagi masyarakat luas. (Red)
Editor : Redaksi