Anggota DPRD Jawa Timur Dukung Kebijakan Pemberlakuan Jam Malam Anak oleh Wali Kota Surabaya

author nusabaru.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Hj. Lilik Hendarwati, Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim/Anggota DPRD Jatim Dapil Kota Surabaya. foto: ist/ayojatim.
Hj. Lilik Hendarwati, Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim/Anggota DPRD Jatim Dapil Kota Surabaya. foto: ist/ayojatim.

i

SURABAYA - Anggota DPRD Jawa Timur dari daerah pemilihan Kota Surabaya, Lilik Hendarwati mendukung pemberlakuan jam malam anak di Kota Surabaya. Aturan pembatasan jam malam bagi anak resmi diberlakukan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mulai 20 Juni 2025.

Lilik mengatakan, ia sebagai wakil rakyat dan seorang ibu, menyambut baik kebijakan Pemerintah Kota Surabaya yang mengatur pembatasan aktivitas anak-anak di luar rumah pada malam hari.

Aturan itu bagus untuk menekan potensi pengaruh buruk pada anak. Dalam aturan itu aktifitas anak di luar rumah dibatasi mulai pukul 22.00 - 04.00 WIB.

Ini adalah bentuk kepedulian bersama terhadap tumbuh kembang generasi muda yang harus kita jaga, baik secara fisik, mental, maupun moral, kata Lilik, Ahad 22/6/2025.

Namun, Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim ini memberi beberapa catatan penting agar kebijakan jam malam anak ini benar-benar berpihak pada masa depan anak-anak kita.

Catatan pertama adalah, perlu sosialisasi humanis dan edukatif. Menurutnya, masyarakat, terutama orang tua, perlu diajak memahami urgensi kebijakan ini. Bukan dengan pendekatan represif, tapi melalui edukasi yang menyentuh kesadaran.

Catatan kedua, pentingnya fasilitas alternatif siang hari. Jika malam dibatasi, maka pemerintah perlu memastikan adanya ruang-ruang publik yang sehat dan aman bagi anak-anak untuk beraktivitas di siang hari. Misalnya: taman edukatif, rumah belajar RW, atau sanggar kreativitas anak.

Catatan ketiga, pemberdayaan peran keluarga dan lingkungan. Lilik menilai, jam malam bukan hanya soal jam, tapi tentang pola asuh dan ekosistem sosial. Karena itu, pemerintah perlu menggandeng tokoh masyarakat, RT/RW, hingga komunitas ibu-ibu untuk membangun ekosistem pengawasan yang penuh kasih dan tidak diskriminatif.

Catatan keempat, tetap perhatikan anak-anak pekerja dan anak jalanan. Ia mengingatkan, tidak semua anak bisa pulang cepat karena kondisi sosial-ekonomi. Maka, pendekatan kebijakan harus tetap inklusif dan melibatkan Dinas Sosial agar tidak ada anak yang malah terpinggirkan oleh regulasi ini.

Saya sangat mendukung upaya menjaga anak-anak kita dari potensi bahaya di malam hari, tapi kebijakan ini harus diikuti dengan komitmen untuk membangun Surabaya yang lebih ramah anak. Kita lindungi bukan hanya dari luar, tapi juga kita bangun dari dalam lewat cinta, pendidikan, dan keadilan sosial, tegasnya.

lilik mengungkapkan, ia telah menanyakan sejumlah konstituennya tentang aturan pembatasan aktifitas anak di luar rumah pada malam hari. Semuanya mendukung , tidak ada yang menolak.

Artinya masyarakat menilai ini kebijakkan yang pas untuk saat ini untuk menghindarkan anak-anak dari bahaya keluar malam yang tidak jelas, dan pengaruh buruk yang sulit diawasi oleh orang tua.

Menurut saya sanksinya sudah tepat, berbasis kasih sayang, edukasi, dan tanggung jawab bersama antara orangtua dan lingkungan. Karena itu tidak perlu penanganan berbasis sekolah barak seperti di Jawa Barat, pungkas putri tentara ini.

Berita Terbaru

Riyono Caping : Bawang Putih Bisa Swasembada, Impor Untungkan Petani Asing 

Riyono Caping : Bawang Putih Bisa Swasembada, Impor Untungkan Petani Asing 

Jumat, 06 Feb 2026 11:19 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 11:19 WIB

NUSABARU - Bahan pokok bawang putih sampai saat ini masih di penuhi 96% dari impor, hanya 4% produksi dalam negeri. Kebutuhan setiap tahun sekitar 700 ribu ton…

LBH Ansor Jatim Soroti Kasus Kuota Haji: Hukum Harus Lebih Terang dari Cahaya

LBH Ansor Jatim Soroti Kasus Kuota Haji: Hukum Harus Lebih Terang dari Cahaya

Jumat, 23 Jan 2026 11:21 WIB

Jumat, 23 Jan 2026 11:21 WIB

NUSABARU – Polemik hukum yang menyeret mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut), terkait pembagian kuota haji 2024 terus memantik diskusi hangat d…

Pemkot Surabaya Targetkan Legalitas 5.250 UMKM Secara Gratis di 2026

Pemkot Surabaya Targetkan Legalitas 5.250 UMKM Secara Gratis di 2026

Selasa, 20 Jan 2026 16:21 WIB

Selasa, 20 Jan 2026 16:21 WIB

NUSABARU - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopumdag) terus berkomitmen untuk mendorong…

Masih SMP, Raihan Mampu Ubah Limbah Kulit Bawang Bernilai Ekonomi

Masih SMP, Raihan Mampu Ubah Limbah Kulit Bawang Bernilai Ekonomi

Senin, 19 Jan 2026 18:14 WIB

Senin, 19 Jan 2026 18:14 WIB

NUSABARU - Kepedulian terhadap lingkungan mendorong Raihan Jouzu Syamsudin, siswa SMP Negeri 57 Surabaya, berinovasi mengolah limbah kulit bawang putih menjadi…

LBH Ansor Jatim Nilai Diskresi Kebijakan Mantan Menag Gus Yaqut tak Harus Masuk Pidana

LBH Ansor Jatim Nilai Diskresi Kebijakan Mantan Menag Gus Yaqut tak Harus Masuk Pidana

Selasa, 13 Jan 2026 17:03 WIB

Selasa, 13 Jan 2026 17:03 WIB

Kewenangan administratif yang bersumber langsung dari undang-undang, bukan diskresi bebas yang dapat dikriminalisas…

Ideks Satu Data Indonesia (SDI) Jawa Timur 2025 Melonjak Signifikan

Ideks Satu Data Indonesia (SDI) Jawa Timur 2025 Melonjak Signifikan

Selasa, 13 Jan 2026 16:55 WIB

Selasa, 13 Jan 2026 16:55 WIB

NUSABARU - Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Berdasarkan hasil Evaluasi Penyelenggaraan Satu Data…