MoU KBS-iZoo Jepang Resmi Ditandatangani, Komodo Dipinjamkan untuk Program Konservasi

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Komodo yang ada di Kebun Binatang Surabaya
Komodo yang ada di Kebun Binatang Surabaya

i

NUSABARU - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Kebun Binatang Surabaya (KBS) resmi menjalin kerjasama konservasi dengan iZoo Shizuoka, Jepang, melalui skema breeding loan atau peminjaman satwa untuk pembiakan. Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan konservasi eks-situ melalui pertukaran pengetahuan serta peminjaman satwa langka.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bertajuk "United for Wildlife" di Kebun Binatang Surabaya, Rabu (29/4/2026). Penandatanganan MoU disaksikan Direktur Konservasi Spesies & Genetik Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI Ahmad Munawir serta Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Wali Kota Eri Cahyadi menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk peminjaman satwa antara KBS dan iZoo Jepang yang diharapkan memberi manfaat bagi kedua belah pihak. "Saya matur nuwun (terima kasih) ini ada (kerjasama) peminjaman satwa antara Surabaya dengan Jepang," ujar Wali Kota Eri usai acara penandatanganan MoU.

Ia mengungkapkan, ketertarikan pihak Jepang untuk meminjam komodo didasari keberhasilan KBS dalam mengembangbiakkan satwa tersebut. "Karena kita berhasil dalam mengembangbiakan komodo, maka di Jepang itu karena binatang terbesar reptil, mereka meminta kita untuk meminjamkan komodo," katanya.

Wali Kota Eri menegaskan bahwa skema yang digunakan bukan pertukaran, melainkan peminjaman dengan pengawasan bersama selama lima tahun, termasuk kemungkinan penarikan kembali apabila terjadi kondisi tertentu pada satwa. "Jadi nanti satwa kita komodo yang ada di Jepang akan sama-sama kita pantau. Jadi ketika dalam masa lima tahun ini ada yang mungkin sakit, bisa ditarik kembali," tuturnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa proses kerja sama tersebut telah melalui pembahasan panjang sejak sekitar satu dekade lalu hingga akhirnya dapat direalisasikan. "Dan (pembahasan) ini sudah 10 tahun yang lalu, seperti disampaikan Pak Direktur (Ahmad Munawir), akhirnya bisa terjalin hari ini," katanya.

Wali Kota Eri berharap kerjasama ini dapat meningkatkan animo masyarakat terhadap KBS maupun iZoo, sekaligus mendorong inovasi dalam menghadirkan koleksi satwa baru. "Semoga peminjaman satwa ini bisa menaikkan animo masyarakat yang ada di Surabaya maupun di Shizuoka Jepang," harapnya.

Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ini juga mengisyaratkan akan adanya peminjaman satwa dari iZoo Jepang yang akan menjadi daya tarik baru di KBS. "Saya ingin merahasiakan dulu sampai binatangnya datang. Jadi itu menjadi surprise-nya untuk orang Surabaya karena warnanya merah. Bukan reptil tapi mamalia," kata Wali Kota Eri.

Direktur Operasional Perumda KBS Nurika Widyasanti menjelaskan bahwa komodo yang dipinjamkan merupakan hasil pengembangbiakan di KBS. Satwa tersebut menjadi salah satu bentuk keberhasilan KBS dalam konservasi. "Selama ini memang satwa komodo berkembangbiak di KBS dan menjadi salah satu satwa yang berhasil dikembangbiakan di KBS," ujarnya.

Nurika juga menuturkan, proses peminjaman telah melalui evaluasi dan kajian dari pemerintah pusat. Hal ini untuk memastikan keberlanjutan konservasi serta tidak mengganggu proses breeding di KBS. "Dari pemerintah pusat ada kajian-kajian tersendiri, sehingga tetap bisa mempertahankan. Paling tidak secara proses breeding di KBS tidak terhenti dikarenakan kedua ekor atau sepasang komodo ini nanti diberangkatkan ke sana," bebernya.

Meski demikian, Nurika menegaskan bahwa dua pasang satwa komodo tersebut akan dikembalikan setelah masa peminjaman lima tahun sesuai perjanjian. "Akan dikembalikan lagi, kita perjanjiannya 5 tahun. Setelah kita penandatanganan, untuk (tahap) berikutnya kita akan mulai secara administrasi prosedur pengirimannya," tuturnya.

Ia juga menjelaskan usia komodo yang dipinjamkan berkisar 8 hingga 12 tahun. Baginya, kerja sama ini penting untuk menjaga populasi spesies sekaligus mendukung pengayaan genetik melalui kolaborasi antar lembaga konservasi.

"Karena memang kita pada prinsipnya kerjasama ini merupakan salah satu cara untuk mempertahankan secara jumlah spesies juga. Sehingga insitu pun juga tetap bertahan secara jumlah, kita mencegah supaya tidak sampai punah," jelas dia.

Dalam pelaksanaannya, Nurika mengungkap bahwa KBS dan iZoo akan melakukan pemantauan serta pelaporan secara berkala, termasuk koordinasi cepat apabila terjadi kondisi insidental pada satwa. "Kita akan terus melakukan pemantauan atau monitoring, saling berkoordinasi. Di situ juga dalam satu kesepakatan kita, adanya pelaporan yang diberikan pada setiap tahunnya," katanya.

Sementara itu, Director of iZoo Japan Tsuyoshi Shirawa menyatakan pihaknya telah mempersiapkan fasilitas selama 10 tahun untuk memastikan komodo dapat hidup sesuai kondisi habitat aslinya di Indonesia. "Jadi di Jepang selama 10 tahun, kita menunggu 10 tahun untuk mempersiapkan semua. Dari kandangnya itu sudah dibuatkan, bagaimana sesuai dengan iklimnya yang ada di Indonesia," ujar Shirawa.

Ia menegaskan bahwa seluruh hasil pengembangbiakan komodo nantinya tetap menjadi milik Indonesia sesuai kesepakatan dalam MoU. "Intinya dari MoU itu kesepakatan cuma peminjaman saja, meskipun nanti di sana itu (komodo) beranak, tetap itu punya Indonesia, tidak akan ke mana-mana tanpa izin Indonesia," katanya.

Shirawa juga mengungkapkan tingginya antusiasme masyarakat Jepang terhadap kehadiran komodo. Karenanya, ia optimistis kehadiran komodo di iZoo akan berpotensi meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. "Orang di sana menantikan pengembangbiakan. Orang Jepang merasa senang karena ada kehadiran komodo di sana. Nanti kalau dipinjamkan di sana mungkin pengunjungnya akan lebih banyak lagi untuk di iZoo," pungkasnya.

Sebagai informasi, kerja sama ini merupakan tindak lanjut MoU antara Kemenhut RI dan Pemerintah Prefektur Shizuoka yang ditandatangani pada 28 Maret 2026. Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari diplomasi hijau yang mencakup pengembangbiakan, penelitian, dan edukasi komodo (Varanus komodoensis). (Red)

Berita Terbaru

Bank Jatim Perkuat Sinergi dengan DPD REI Jawa Timur, Percepat Penyaluran Kredit Perumahan

Bank Jatim Perkuat Sinergi dengan DPD REI Jawa Timur, Percepat Penyaluran Kredit Perumahan

Senin, 12 Okt 2026 12:39 WIB

Senin, 12 Okt 2026 12:39 WIB

NUSABARU - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pengembang perumahan sekaligus penyedia…

Bank Jatim Resmi Buka Kantor Cabang Balikpapan, Perkuat Kolaborasi Ekonomi Jawa Timur dan Kalimantan Timur

Bank Jatim Resmi Buka Kantor Cabang Balikpapan, Perkuat Kolaborasi Ekonomi Jawa Timur dan Kalimantan Timur

Sabtu, 10 Okt 2026 17:58 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 17:58 WIB

NUSABARU — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) resmi membuka Kantor Cabang Balikpapan pada Jumat (9/10).  Peresmian ini menjadi momentum pe…

500 Kuota Pertama Undangan Upacara Hari Jadi ke-81 Jatim Ludes dalam 31 Detik

500 Kuota Pertama Undangan Upacara Hari Jadi ke-81 Jatim Ludes dalam 31 Detik

Jumat, 09 Okt 2026 14:05 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 14:05 WIB

NUSABARU – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat untuk mengikuti Upacara Peringatan Hari Jadi ke-81 P…

Antisipasi Ledakan hingga Kebakaran, Pemkot Surabaya Edukasi Masyarakat Kenali Tanda Kebocoran Gas LPG

Antisipasi Ledakan hingga Kebakaran, Pemkot Surabaya Edukasi Masyarakat Kenali Tanda Kebocoran Gas LPG

Kamis, 08 Okt 2026 15:39 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 15:39 WIB

NUSABARU - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat terkait penanganan dan pengenalan tanda-tanda kebocoran gas LPG.…

Wali Kota Eri Ungkap Alasan Ganti 13 Kepala Dinas Surabaya dalam Satu Tahun

Wali Kota Eri Ungkap Alasan Ganti 13 Kepala Dinas Surabaya dalam Satu Tahun

Kamis, 08 Okt 2026 10:40 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 10:40 WIB

NUSABARU - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkap alasan pergantian 13 kepala perangkat daerah (PD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam…

Dishub Surabaya Gerak Cepat Tindak Aduan Pengemudi Wirawiri, Sanksi SP-2 Dijatuhkan

Dishub Surabaya Gerak Cepat Tindak Aduan Pengemudi Wirawiri, Sanksi SP-2 Dijatuhkan

Rabu, 07 Okt 2026 18:10 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 18:10 WIB

NUSABARU - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan…