Kenaikan Harga Plastik Picu Pemilahan Sampah di TPS, Pemkot Surabaya Bertindak

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi TPS
Ilustrasi TPS

i

NUSABARU - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menertibkan aktivitas pemulung atau pemilah sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS). Langkah ini dilakukan karena meningkatnya aktivitas pemilahan sampah di TPS yang diduga berkaitan dengan kenaikan harga plastik.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, M Fikser, menyampaikan bahwa kenaikan harga plastik belum berdampak terhadap volume sampah yang masuk ke TPS. Kenaikan harga itu justru mendorong pemulung memanfaatkan situasi dengan memilah sampah langsung di TPS.

"Masih banyak sampah plastik yang kami temukan di lapangan. Kemudian juga mungkin sekarang karena (harga plastik) naik ya, akhirnya juga pemulung memanfaatkan harga itu untuk memilah-milah di TPS," kata M Fikser, Kamis (9/4/2026).

Menurut dia, upaya penertiban terus dilakukan DLH Surabaya karena keberadaan pemulung di dalam TPS dinilai mengganggu proses operasional pengangkutan sampah. Selain itu, aktivitas tersebut juga berdampak pada keterbatasan ruang penampungan.

"Ini yang kami halau, tetapi tidak ada pengurangan (volume sampah) plastik di TPS-TPS. Masih tetap seperti biasa yang kami lihat beberapa hari ini," ungkap Fikser.

Selain itu, Fikser menyebutkan bahwa hingga kini kenaikan harga plastik belum berdampak pada perubahan perilaku masyarakat. Konsumsi plastik masih tinggi, terutama dari aktivitas belanja yang masih mengandalkan kantong plastik, termasuk di sejumlah toko modern.

"Saat ini belum terdampak ya, karena memang masih saja orang belanja menggunakan plastik," kata Koordinator Pengelolaan TPS se-Kota Surabaya ini.

Ia menjelaskan, keberadaan sampah plastik di TPS turut memicu meningkatnya aktivitas pemulung yang memilah sampah bernilai ekonomis. Namun, aktivitas tersebut justru memperparah penumpukan karena ruang TPS menjadi berkurang akibat aktivitas pemilahan di lokasi.

"Justru banyak pemulung memilah sampah plastik yang banyak saat ini. Itu yang kemudian kita tertibkan di TPS karena mengganggu TPS dari aktivitas pengambilan sampah," tuturnya.

Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Surabaya ini juga mengungkap keterbatasan ruang di TPS akibat aktivitas pemulung berimbas pada melubernya sampah hingga ke badan jalan, sehingga mengganggu kebersihan dan estetika kota.

"Nah, banyaknya pemilah sampah atau pemulung sampah plastik di TPS ini juga berakibat pada ruang atau luasan TPS menjadi berkurang," katanya.

Pihaknya menilai, kondisi tersebut menyebabkan sampah tidak tertampung secara optimal di dalam TPS dan akhirnya meluber keluar. "Nah, berakibatkan apa? Berakibatnya adalah seluruh sampah itu keluar, meluber dari dalam TPS keluar sampai ke jalan-jalan," katanya.

Karena itu, Fikser menegaskan bahwa Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menginstruksikan agar dilakukan penertiban untuk memastikan seluruh TPS tetap tertata dan berfungsi optimal.

"Ini yang kemudian kita diperintahkan oleh Pak Wali Kota (Eri Cahyadi) untuk menertibkan dan merapikan seluruh TPS," pungkasnya. (Red)

Berita Terbaru

Semangat Fly Higher Warnai HUT Ke-65 Bank Jatim, Perkuat Langkah Menuju Transformasi Berkelanjutan

Semangat Fly Higher Warnai HUT Ke-65 Bank Jatim, Perkuat Langkah Menuju Transformasi Berkelanjutan

Rabu, 19 Agu 2026 10:39 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 10:39 WIB

NUSABARU - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 dengan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara…

Bank Jatim Perkuat Sinergi dengan Dinas Pendidikan melalui PKS Layanan Jasa Perbankan

Bank Jatim Perkuat Sinergi dengan Dinas Pendidikan melalui PKS Layanan Jasa Perbankan

Selasa, 18 Agu 2026 11:31 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 11:31 WIB

NUSABARU - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) resmi memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui penandatanganan…

Gempa M7,7 Guncang NTT, Gubernur Pastikan Jawa Timur Hadir dengan Dukungan Kemanusiaan

Gempa M7,7 Guncang NTT, Gubernur Pastikan Jawa Timur Hadir dengan Dukungan Kemanusiaan

Senin, 17 Agu 2026 14:54 WIB

Senin, 17 Agu 2026 14:54 WIB

NUSABARU – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan duka cita mendalam atas gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara T…

Gelar Upacara HUT RI ke 81, PKL SWK Deles Merr Ungkap Rasa Syukur Merdeka

Gelar Upacara HUT RI ke 81, PKL SWK Deles Merr Ungkap Rasa Syukur Merdeka

Senin, 17 Agu 2026 10:33 WIB

Senin, 17 Agu 2026 10:33 WIB

Upacara HUT RI ke 81 tak hanya dilakukan oleh instansi pemerintahan. Termasuk masyarakat ada juga yang memperingatinya.…

Upacara Hari Kemerdekaan RI, DPC PDIP Surabaya Siap Beri Bantuan ke Korban Gempa di NTT

Upacara Hari Kemerdekaan RI, DPC PDIP Surabaya Siap Beri Bantuan ke Korban Gempa di NTT

Senin, 17 Agu 2026 09:27 WIB

Senin, 17 Agu 2026 09:27 WIB

Selain itu yang menjadi fokus DPC PDIP Surabaya ke depan adalah memberikan bantuan bagi korban gempa di NTT…

RAPBD 2027 Disepakati, DPRD Surabaya Ingatkan Pertumbuhan Ekonomi Jangan Hanya Dinikmati Kalangan Atas

RAPBD 2027 Disepakati, DPRD Surabaya Ingatkan Pertumbuhan Ekonomi Jangan Hanya Dinikmati Kalangan Atas

Jumat, 14 Agu 2026 17:50 WIB

Jumat, 14 Agu 2026 17:50 WIB

NUSABARU — DPRD Kota Surabaya menggelar rapat paripurna untuk mendengarkan dan menyepakati Rancangan Kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja …